Tidak
semua orang yang saat ini berhasil menjadi pembicara atau pelaku presentasi di
muka umum adalah orang yang terlahir dengan memiliki rasa percaya diri yang
tinggi. Sebagian dari mereka juga kerap dilanda “demam panggung” ketika harus
menjadi pusat perhatian di dalam suatu komunitas.
Ya, demam panggung memang bisa melanda siapa saja.
Tak hanya seorang public speaker, karyawan biasa yang pada suatu ketika harus
mengajukan usul dalam ruang rapat sekalipun bisa saja terserang demam panggung.
atau
seorang mahasiswa yang sedang melakukan persentasi di depan kelas.
Ketika giliran harus menyuarakan pendapat,
tiba-tiba hilang seluruh keberanian berikut rangkaian kata yang sudah disusun
rapi dalam benak. Atau, saat harus menjelaskan usulan yang sedang dibahas, Anda
kehilangan speech control. Bicara pun jadi tak fokus dan terkesan tak berujung
pangkal.
Sesi berikutnya, Anda pun ditinggal audiens yang
awalnya sudah siap mendengarkan penjelasan dari Anda. Nah, tak perlu putus asa bila kerap mengalami hal
demikian! Ada banyak trik yang bisa dilakukan agar rasa percaya diri Anda
tumbuh ketika berbicara di depan umum.
- Jaga Kecepatan Bicara
Jaga laju berbicara agar tetap moderat. Jangan
berbicara terlalu cepat. Orang akan sulit mengerti apa yang Anda bicarakan bila
berbicara terlalu cepat. Kebanyakan pembicara yang memiliki rasa percaya diri
yang tinggi akan bicara perlahan, namun tak kehilangan fokus atau jadi membosankan.
- Kembangkan Bahasa
Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan kosa
kata Anda. Jangan bicara berlebihan, terutama saat sedang melakukan presentasi.
Bila kerap menggunakan kata-kata yang berlebihan akan membuat Anda terlihat
kurang cerdas. Begitu pula bila kerap menggunakan banyak istilah dalam pilihan
kata, hanya untuk membuat Anda tampak lebih berwibawa.
- Gunakan Diafragma
Bicaralah melalui diafragma (rongga dada). Ini
akan memberi Anda resonansi suara dan proyeksi.
- Buka Tangan
Gunakan gestur (bahasa tubuh) membuka tangan
dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ini akan memberi kesan Anda
mengatakan, “Saya tak punya hal yang perlu disembunyikan. Saya hanya bicara
yang sebenarnya!” Namun, jangan melakukannya berlebihan, karena akan mengganggu
atau mengacaukan perhatian audiens Anda.
- Pelihara Kontak Mata
Sementara Anda memaparkan pemikiran, sebaiknya
lakukan dengan tetap memelihara kontak mata dengan semua lawan bicara Anda. Ini
akan membuat Anda tak kehilangan fokus saat berbicara di muka umum.
- Berdiri Tegak
Cobalah untuk tetap berdiri tegak setiap kali Anda
memiliki kesempatan berbicara di depan umum. Jangan simpan tangan Anda dalam
saku celana, dan jangan lupa untuk selalu menyunggingkan senyum terbaik, tanpa
kesan dibuat-buat.
- Jangan Menggunakan Kata seperti "Eee", dan sejenisnya.
Kebiasaan mengatakan, “Eee…”, “Apa itu”, atau
“Anu”, sebaiknya mulai Anda hilangkan saat berbicara di muka umum. Menggunakan
frase atau kata-kata seperti ini akan membuat Anda terlihat tak percaya diri
dan tidak profesional.
- Visualisasikan
ini kunci untuk menghipnotis
audience.
bayangkan suasana yang anda inginkan waktu anda
bicara, ajak audience larut dalam suasana itu, dan tambahkan sedikit story agar
lebih efektif minimal ceritakanlah sedikit tentang pengalaman anda.



0 komentar:
Posting Komentar